Apa yang dimaksud dengan perencanaan keuangan keluarga?
Berikut adalah beberapa persepsi yang salah dan sering timbul dalam mengartikan
perencanaan keuangan keluarga :
Rencana keuangan keluarga = berinvestasi
Rencana keuangan keluarga = hanya untuk orang kaya
Rencana keuangan keluarga = asuransi
Rencana keuangan keluarga = hanya dibutuhkan saat Anda sedang mengalami krisis keuangan
Keempat persepsi di atas adalah karena rencana keuangan keluarga tidak melulu berbicara tentang investasi dan asuransi.
Investasi dan asuransi hanyalah bagian dari rencana keuangan keluarga.
Rencana keuangan keluarga bukan hanya untuk orang kaya saja dan justru merupakan langkah awal yang dibutuhkan
oleh SIAPA SAJA yang ingin mencapai kebebasan finansial di masa yang akan datang.
Rencana keuangan keluarga juga seharusnya disusun ketika Anda sedang dalam keadaan sehat secara keuangan
sehingga ketika bencana keuangan (financial disaster) menimpa Anda, Anda akan siap setiap saat, bukan sebaliknya.
Perlu diperhatikan bahwarencana keuangan keluarga merupakan sinergi
dari aspek-aspek penting dalam kehidupan keuangan Anda yakni manajemen aset,
arus kas, manajemen hutang, manajemen risiko, investasi, serta perencanaan pajak dan warisan.
Apa saja 5 Pilar UTAMA Rencana Keuangan Keluarga ?
Jika Anda ingin mencapai kemandirian finansial, langkah awal yang harus dilakukanadalah
mencatat kekayaan serta pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda kemudian mengerti
bagaimana mengelola dan mengalokasikan dana untuk tiap-tiap pos kebutuhan
termasuk di dalamnya kebutuhan sehari-hari, kebutuhan akan investasi untuk masa depan,
dan juga kebutuhan akan proteksi sebagai manajemen risiko.
Sebagai langkah awal, mulai CATAT pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda.
Anda tidak diharuskan untuk mencatat pengeluaran Anda setiap hari seumur hidup.
Tentunya akan lebih baik jika Anda bersedia melakukan hal itu.
Akan tetapi, monitoring pengeluaran bulanan Anda setiap 6 bulan / 1 tahun sudah lebih dari cukup untuk dilakukan.