Rabu, 21 Mei 2014

Perencanaan Keuangan Keluarga

Apa yang dimaksud dengan perencanaan keuangan keluarga?
Berikut adalah beberapa persepsi yang salah dan sering timbul dalam mengartikan  
perencanaan keuangan keluarga :

Rencana keuangan keluarga = berinvestasi
Rencana keuangan keluarga = hanya untuk orang kaya
Rencana keuangan keluarga = asuransi
Rencana keuangan keluarga = hanya dibutuhkan saat Anda sedang mengalami krisis keuangan

Keempat persepsi di atas adalah karena rencana keuangan keluarga tidak melulu berbicara tentang investasi dan asuransi. 
Investasi dan asuransi hanyalah bagian  dari rencana keuangan keluarga.

Rencana keuangan keluarga bukan hanya untuk orang kaya saja dan justru merupakan langkah awal yang dibutuhkan 
oleh SIAPA SAJA yang ingin mencapai kebebasan finansial di masa yang akan datang.

Rencana keuangan keluarga juga seharusnya disusun ketika Anda sedang dalam keadaan sehat secara keuangan 
sehingga ketika bencana keuangan (financial disaster) menimpa Anda, Anda akan siap setiap saat, bukan sebaliknya. 
Perlu diperhatikan bahwarencana keuangan keluarga merupakan sinergi 
dari aspek-aspek penting dalam kehidupan keuangan Anda yakni manajemen aset,
 arus kas, manajemen hutang, manajemen risiko, investasi, serta perencanaan pajak dan warisan.

Apa saja 5 Pilar UTAMA Rencana Keuangan Keluarga ?

Jika Anda ingin mencapai kemandirian finansial, langkah awal yang harus dilakukanadalah 
mencatat kekayaan serta pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda kemudian mengerti 
bagaimana mengelola dan mengalokasikan dana untuk tiap-tiap pos kebutuhan
 termasuk di dalamnya kebutuhan sehari-hari, kebutuhan akan investasi untuk masa depan, 
dan juga kebutuhan akan proteksi sebagai manajemen risiko. 

Sebagai langkah awal, mulai CATAT pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda. 
Anda   tidak diharuskan untuk mencatat pengeluaran Anda setiap hari seumur hidup. 
Tentunya akan lebih baik jika Anda bersedia melakukan hal itu. 

Akan tetapi, monitoring pengeluaran bulanan Anda setiap 6 bulan / 1 tahun sudah lebih dari cukup untuk dilakukan.







Cara Mengamankan Keuangan Keluarga

Ingin bebas krisis finansial? Ikuti strategi cara mengamankan keuangan keluarga berikut ini:
  1. Biasakan cermat mengelola uang, manfaatkan investasi berkala, tentukan tujuan finansial utama dan tujuan finansial lainnya.
  2. Mulai mengubah dan mengaktifkan uang. Siapkan dana darurat dan dana cadangan, raih tujuan finansial terdekat -jangka pendek dan menengah- serta tambah dana darurat hingga lebih dari 12 bulan.
  3. Alokasi dana pembelian aset aktif. Awali dengan menambah pengetahuan tentang keuangan, mencari lokasi informasi alternatif aset aktif (bisnis, properti, surat berharga) setelah itu baru action.
  4. Menerima pendapatan pasif. Beli aset aktif dan mulailah menerima pendapatan pasif sehingga jumlahnya  - lama-lama -  setara dengan pengeluaran bulanan Anda. Sambil menunggu, teruslah mencari informasi alternatif aset aktif. Anda disebut mencapai tujuan finansial dan bebas secara finansial bila pendapatan pasif Anda lebih besar daripada pengeluaran bulanan. Hore!
sumber: ayahbunda(dot)co(dot)id